Bukan topeng biasa
Benarkah yang melukaimu akan terluka pada saatnya? Kapan? Bukan dendam, aku hanya ingin kita merasakan yang sama. Muka ku bukan topeng seperti muka mu. Luka ku juga bukan lelucon seperti yang kau buat, bukan rekayasa. Ini hanya sebuah luka, dimana luka itu kau yang mengukirnya hingga perih. Aku salah apa? Hanya sebuah cerita usang yang telah jauh berlalu? Lalu, itu salahku? Apa kau tak serela itu? Bukankah itu tidak membuat mu rugi? Membuat mereka merugi? Siapa? Hai kawan, itu hanya duniawi. Jangan terlalu kau anggap serius. Pemimpin? Siapa? Kau? Ah aku rasa tidak. Kau terlalu kaku, terlalu mengada ada. Tingkah mu seperti bocah. Kau masih lebih cocok bermain engklek, atau egrang. Hmmmm, aku rasa kau harus rasakan sensasi bermain ular tanggalnya. Saat ini kau pempin yang sedang turun. Opssss. Maaf, kau tak dewasa? Sama aku juga. Kau tau cara mengatasi masalah? Aku rasa tidak. Kau kuat? Tidak tidak tidak, wanita kuat tidak akan kanak-kanak itu. Perlahan saja, semua akan kau tua pada saatnya.
Komentar
Posting Komentar